Rabu, 18 Desember 2019

Cara Mengatasi Rasa Malas


Kebanyakan orang di zaman sekarang sering menunda-nunda suatu pekerjaan, yang mungkin pada awalnya sudah diniatkan untuk melakukannya dini hari tetapi karena adanya suatu faktor kemalasan membuat orang bisa menunda pekerjaan tersebut, entah itu besok, lusa dan sampai akhirnya pekerjaan itu tidak dikerjakan sama sekali.

Tidak jarang lagi orang menunda-nunda suatu pekerjaan yang sebenarnya penting buat hidup kita dan mengerjakannya di akhir tenggang waktu yang diberikan atau lagi dikejar-kejar deadline. Padahal prilaku menunda pekerjaan itu termasuk prilaku yang tidak baik untuk kita jika dilakukan secara terus menerus dan tentunya akan membuat hasil kerja yang kita lakukan itu menjadi tidak maksimal dan itu hanya disebabkan oleh rasa malas yang ada dalam diri kita.

Bicara tentang malas, perlu diketahui bahwa negara yang paling anti dengan rasa malas itu adalah negara jepang karena jepang sangat dikenal dengan etos kerjanya yang baik dan orang yang sangat disiplin dalam melaksanakan pekerjaan. Mengapa demikian? karena memang dari kecil sudah dilatih untuk mempunyai prinsip tertentu. Mereka dilatih untuk mengulangi berbagai macam rutinitas kecil yang positif setiap harinya. Dan dari rutinitas ini akhirnya membudaya dan dipakai terus-menerus sampai dewasa, jadi ketika sudah dewasa orang jepang menjadi disiplin dan tidak malas-malasan. 
Rutinitas yang dilakukan setiap harinya di beri nama dengan sebutan KAIZEN. Kai yang berarti "berubah" dan Zen berarti "kebijaksanaan". Jadi Kaizen adalah perubahan dalam hidup bisa dicapai secara perlahan dan dengan penuh kebijaksanaan.
Prinsip Kaizen ini juga disebut dengan prinsip 1 menit karena prinsip ini melatih seseorang untuk melakukan sesuatu hanya dalam 1 menit setiap harinya di waktu yang sama, contohnya push-up dalam 1 menit tapi harus dikerjakan setiap harinya atau belajar main gitar, membaca buku dengan catatan melakukannya itu juga harus fokus karena prinsip 1 menit ini juga melatih kita untuk bertanggung jawab karena apabila kita sudah berhasil menyelesaikannya 1 menit, kita akan merasa lebih baik karena kita sudah melakukan suatu hal dengan tuntas dan ini juga akan membuat kita ketagihan untuk melakukannya tentunya akan timbul sense of progress dalam hidup kita. Karena ketagihan 1 menit itu akan tertambah terus dari 1 menit menjadi 5 menit, tapi harus konsisten melakukannya setiap hari agar menjadi kebiasaan. Menariknya, jika kita melakukannya secara rutin maka kita akan lebih menguasai dan tidak mudah lupa dengan hal yang di pelajari. 

Hal ini juga pernah diteliti oleh seorang psikolog asal jerman yang bernama Hermann Ebbinghaus, dalam penelitiannya beliau mempelajari tentang memori dan kemampuan mengingat. Beliau mengatakan bahwa "kemampuan mengingat seseorang akan menurun drastis kaulau cuman dapat informasinya seabrek-abrek sekali, dan kalau tidak pernah di review atau diulang lagi informasinya" .
Prinsip Kaizen ini bisa dilakukan oleh siapapun dalam kehidupan apapun. Cukup meluangkan waktu kita hanya untuk 1 menit setiap harinya akan merubah kebiasaan dalam hidup kita dan akan menentukan masa depan kita dengan 1 menit.

Cara Menghilangkan Rasa Minder


Rasa minder bisa muncul karena adanya perbandingan antara kita dengan orang lain seakan-akan kita tidak ada apa-apanya dengan orang tersebut yang mungkin kita menganggapnya lebih hebat dari kita dan hal ini akan membuat kita susah untuk beradaptasi dan mungkin saja akan menutup diri dengan kehidupan sosial yang baru karena ada perasaan pembandingan apalagi sekarang sudah zamannya tekhnologi, media sosial yang ketika kita melihat semua update-tan orang-orang betapa bahagianya hidup mereka dan akhirnya kita bandingkan dengan kehidupan kita. Padahal orang yang kita banding-bandingkan belum tentu merasa bahagia seperti apa yang kita pikirkan dan mungkin kita hanya memandang diri kita terlalu rendah dan bisa jadi tidak akurat.
Salah satu solusi yang bisa dilakukan agar tidak gampang Minder adalah dengan mencoba melatih diri buat memandang diri sendiri secara akurat, Kalau dalam Psikologi dikenal sebagai Self- awareness, agar kita tidak memandang diri kita itu terlalu positif atau negatif jadi akan akurat dan supaya kita juga bisa memandang diri kita itu apa adanya, menerima segala kelebihan dan kekurangan pada diri kita bukan berarti menerima itu kita berhenti berkembang tetapi kita harus sadar bahwa kita mempunyai kelebihan dan kekurangan dan itu akan bisa berubah setiap harinya.
self-Awareness adalah kesadaran mengenai diri kita sendiri, jadi kita tahu siapa diri kita sebenarnya, kelebihan dan kelemahan yang kita miliki bagaimana dan kedepannya kita ingin bagaimana setelah mengetahui kelebihan dan kekurangan kita. self-awareness sangat penting dalam kehidupan karena tanpa itu kita akan rentan dengan stimulus-stimulus dari banyak tempat seperti yang ada di media sosial kita akan terus menerus membanding-bandingkan diri kita dengan orang lain dan kita akan terus melihat orang lain. apabila kita tidak mempunyai self-awareness yang kuat, maka kita akan cenderung tidak akurat.
 Self-awareness yang akurat itu penting agar kita punya konsep diri yang sehat tapi tentu pemahaman diri ini membutuhkan sebuah proses. Tanpa kita sadari juga usaha kita untuk mengerti diri kita sendiri itu jauh lebih sulit daripada memahami orang lain, meskipun begitu tidak mungkin kita tidak bisa memahami diri kita sendiri.  
Cara agar kita bisa memandang diri kita akurat atau self-awaareness itu adalah:
1. Kenali kekuatan dan kelemahan diri
Apabila kita sudah mengenali kekuatan dan kelemahan yang ada pada diri kita serta bisa menerimanya maka kita tidak akan menyesal dengan kelemahan-kelemahan yang kita miliki.  Hal ini akan memperkuat pribadi kita karena akan gampang mengarahkan tujuan hidup kita dan mempunyai kekuatan untuk memperdalam potensi kita sehingga kita tidak mudah merasa minder lagi karena masing-masing orang itu pasti ada kurang dan ada lebihnya termasuk diri kita sendiri. Jadi caranya itu dengan me-list apa kekurangan dan kelebihan yang ada dalam diri kita, dengan hal tersebut akan mempermudah kita untuk mengenali diri kita sendiri.

2. Mendengarkan feedback dari orang lain


Karena kita juga butuh pandangan dari orang lain, pandangan orang lain itu pasti lebih objektif daripada pandangan kita sendiri dan bisa membantu apa yang kita tidak tahu dari perspektif eksternal dan itu akan membantu dan memberi masukan supaya kita bisa mengarah ke yang lebih baik lagi.
3. Menulis rencana dan prioritas utama 

Dengan menulisnya maka kita juga menyadari hal yang kita sukai, hal yang kita inginkan, dan bagaimana agar kita bisa berkembang. 
4. Meditasi

Meditasi akan melatih kita untuk melihat diri kita dari perspektif lain
Ketika kita berusaha untuk mengenal diri kita maka kita akan jauh lebih mengerti diri kita sendiri dan kita akan memaksimalkan potensi kita. Dan apabila kita sudah mengenali kelebihan dan kelemahan kita, kita juga tidak akan merasa minder lagi dikalangan sosial atau perkumpulan-perkumpulan.

Minggu, 15 Desember 2019

Cara Mengendalikan Stress


Apa itu Stres?

Stres adalah reaksi tubuh yang muncul saat seseorang menghadapi ancaman, tekanan, atau suatu perubahan. Stres juga dapat terjadi karena situasi atau pikiran yang membuat seseorang merasa putus asa, gugup, marah, atau bersemangat.
Situasi tersebut akan memicu respon tubuh, baik secara fisik ataupun mental. Respon tubuh terhadap stres dapat berupa napas dan detak jantung menjadi cepat, otot menjadi kaku, dan tekanan darah meningkat
Hasil gambar untuk gambar orang stress
Stress yang berarti tekanan, tapi jika diartikan dalam psikologi bisa diartikan sebagai "Persepsi dan Respon terhadap tekanan yang terjadi". Misalnya ketika ingin melaksanakan Ujian Tengah Semester, timbul rasa deg-degan maka responnya adalah dengan belajar. Nahh...Persepsi dan Responnya terhadap UTS adalah perasaan yang stress terhadap diri kita.Tiidak bisa dipungkiri lagi, semua orang pasti mengalami masalah dihidupnya. Masalah ini bisa datang dari berbagai sisi seperti masalah sekolah yang tidak ada habisnya, hubungan dengan orang tua dan hubungan kita dengan orang lain lagi memburuk yang pastinya akan berdampak pada keadaan kita sendiri dalam kehidupan sehari-hari seperti tertekan, merasa dikejar-kejar atau yang general perasaan yang tidak enak. Singkatnyab yaitu Stress.


Cara mengendalikan Stress juga bisa disebut dengan Coping Stress atau cara menangani stress. Setiap orang pasti memiliki coping yang berbeda-beda. Coping with Stress terbagi menjadi 2 tipe yaitu  Emotion-focus dan Problem Focus.
1. Emotion-Focus
Sesuai dengan namanya ini adalah coping yang fokus dengan penanganan emosi, jadi ketika kita melakukan emotion-focus coping, kita tidak fokus terhadap masalah yang membuat kita Stress tetapi lebih fokus ke penanganan emosi yang kita rasakan. dengan kata lain emotion-focus bisa diartikan lari dari masalah yang dihadapi
2.  Problem-Focus
Jika Emotion-fokus lebih fokus kepada penanganan emosinya, problem-focus lebih fokus terhadap permasalahan yang membuatnya merasa stress seperti jika sudah mendekati UTS maka kita akan belajar untuk mengurangi stress tersebut, bukannya melakukan hal-hal yang lain karena kita fokus terhadap masalah bukan dengan emosi. Secara umum Problem-focus ini juga bagus karena masalah yang dialami akan selesai, alhasil stress yang kita alami juga akan berkurang. 

Cara Mengatasi Rasa Malas

Kebanyakan orang di zaman sekarang sering menunda-nunda suatu pekerjaan, yang mungkin pada awalnya sudah diniatkan untuk melakukannya d...